Desa Aikdewa kembali mencatatkan kebanggaan setelah tiga peserta dari Dusun Manggis berhasil meraih posisi terbaik dalam ajang lomba Khat Al-Qur’an/Kaligrafi yang telah resmi dilaksanakan pada Kamis lalu. Kompetisi ini menjadi ruang apresiasi bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat dalam seni kaligrafi, sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
Dalam penyelenggaraan yang berlangsung penuh antusiasme, para peserta menampilkan keterampilan terbaik mereka melalui karya kaligrafi dengan berbagai gaya, mulai dari kontemporer, hiasan mushaf, hingga dekorasi. Dewan juri menilai karya-karya tersebut berdasarkan estetika, komposisi, ketelitian, serta kesesuaian kaidah khat.
Hasil akhirnya menempatkan Hapizin dari Dusun Manggis sebagai Juara Satu Cabang Khat Al-Qur’an/Kaligrafi Golongan Kontemporer. Karyanya dinilai menonjol karena mampu memadukan gaya modern dengan sentuhan artistik yang tetap selaras dengan nilai-nilai kaligrafi klasik. Di posisi berikutnya, Faridatunnisa meraih Juara Dua Cabang Khat Al-Qur’an/Kaligrafi Golongan Hiasan Mushaf, berkat kerapihan detail dan ornamen yang dinilai sangat presisi. Sementara itu, Elawani berhasil menyabet Juara Tiga Cabang Khat Al-Qur’an/Kaligrafi Golongan Dekorasi, dengan karya yang menghadirkan nuansa visual yang harmonis dan penuh kreativitas.
Prestasi kolektif ini menjadi momentum bagi warga Dusun Manggis untuk turut berbangga dan semakin mendorong minat generasi muda dalam mempelajari seni kaligrafi. Keberhasilan tiga peserta tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan seni baca-tulis Al-Qur’an dan seni rupa Islam di masyarakat masih tumbuh subur dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Pemerintah Desa Aikdewa menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta, panitia, dan seluruh warga yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Harapannya, kompetisi seni kaligrafi tidak berhenti pada satu event saja, tetapi dapat menjadi kegiatan berkelanjutan yang mendorong munculnya lebih banyak talenta dari seluruh dusun di desa.
Dengan torehan prestasi ini, Dusun Manggis tidak hanya membawa pulang gelar juara, tetapi juga menginspirasi banyak pihak bahwa seni dan religiusitas dapat berjalan berdampingan, menghasilkan karya yang indah dan bernilai tinggi bagi masyarakat.